Kilas Berita Hukum dan Peraturan Perundang-undangan

Sugeng Teguh Santoso kuasa hukum tersangka percobaan suap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ari Muladi mengatakan bahwa kliennya tak bisa dijerat dengan Pasal 21 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Alasannya, kliennya telah mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan hal tersebut.

“Kredibilitas KPK dipertanyakan kenapa kerena Ari tidak bisa dijerat dengan Undang-Undang Pasal 21 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena Ari sudah mencabut keterangannya pada tanggal 26 Agustus,” ucapnya.

Lebih lanjut Sugeng juga mengeluhkan, sikap KPK yang enggan untuk melindungi pelapor adanya tindak pidana korupsi.

“Berdasarkan Undang-Undang KPK, orang yang membuka harus dilindungi dulu kita sudah kirimi surat ke KPK. Ini malah dijadikan tersangka,” katanya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ari Muladi sebagai tersangka, terkait dugaan percobaan suap kepada pimpinan KPK yang direncanakan bersama-sama Anggodo Widjojo.

Ari dikenakan Pasal 21 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jaksa penuntut umum menyebut Ari bermufakat bersama Anggodo memberikan uang Rp5,1 miliar untuk mempengaruhi KPK agar tidak melanjutkan proses hukum yang melibatkan Anggoro Widjojo dan PT Masaro Radiokom dalam perkara Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) hal ini terlihat dalam dakwaan anggodo.

 

 

Sumber: Okezone