Kilas Berita Hukum dan Peraturan Perundang-undangan

Tim eksaminasi Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan adanya ketidakcermatan jaksa peneliti dalam terhadap perkara Gayus Tambunan.
 
Ketua Tim Eksaminasi Suroso mengungkapkan, ketidakcermatan itu, antara lain adanya penyerahan uang dalam bentuk dolar dari saksi Andi Kosasih kepada tersangka sebanyak empat kali di dalam berkas perkara. Uang tersebut senilai USD2.810.000.
 
"Itu tidak disinggung-singgung oleh JPU. Baik dalam dakwaan atau dalam petunjuk P19. Inilah ketidakcermatannya. Yang begini-begini jaksa hanya percaya saja kepada apa berita acara yang disajikan oleh penyidik, tidak dikejar di dalam P12," ungkap Suroso kepada wartawan di Kejagung, Selasa (30/3/2010).
 

Sementara itu Kapuspenkum Kejagung Didik Darmanto mengungkapkan bahwa Tim Eksaminasi menemukan dakwaan disusun secara alternatif.
 
"Kalau alternatif itu ada satu perbuatan, tapi dalam merumuskan ini atau itu. Kalau kumulatif, itu ada dua perbuatan, money laundering dan penggelapan. Dalam penulisan, jaksa mendakwakan dalam dakwaanya disusun secara alternatif, yakni penggelapan. Tim Eksaminasi menemukan seharusnya itu disusun secara kumulatif, penggelapan dan money laundering," imbuh Didik. (lam)

Sumber: okezone.com