Kilas Berita Hukum dan Peraturan Perundang-undangan

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali tidak menghadiri sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi karena sedang berlangsungnya masa reses.

"Pada sidang uji materi Undang Undang Kejaksaan ini, DPR tidak dapat hadir karena sedang dalam masa reses," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Arief Hidayat di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Selasa (10/5).

Adapun agenda sidang uji materi UU Kejaksaan pada Selasa (10/5) ini adalah mendengarkan keterangan DPR dan ketengan ahli.

 

Pengajuan uji materi UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dimohonkan oleh warga negara Indonesia yaitu Irwansyah Siregar dan Dedi Nuryadi.

Kedua pemohon sebelumnya pernah dipidana dalam kasus pencurian sarang burung walet di Bengkulu, dan merasa dirugikan atas kewenangan Jaksa Agung yang dapat mengesampingkan perkara demi kepentingan umum (deponering).

Sebelumnya pada 18 Februari 2004, para pemohon dan beberapa temannya ditangkap dan mengalami penyiksaan berupa penembakan oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh Novel Baswedan. Atas hal tersebut pemohon kemudian menuntut Novel Baswedan.

Surat dakwaan atau berkas perkara penembakan enam orang dengan tersangka Novel Baswedan tersebut telah dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri Kota Bengkulu.

Berkas tersebut kemudian ditarik dengan alasan untuk diperbaiki, tapi pada kenyataannya berkas perkara tersebut tidak pernah dikembalikan ke Pengadilan Negeri Bengkulu.

Kemudian Jaksa Penuntut Umum kemudian mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan dengan alasan tidak cukup bukti dan telah kadaluarsa.

 

 

 

Sumber: mediaindonesia.com

 

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) kembali tidak menghadiri sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi karena sedang berlangsungnya masa reses.

"Pada sidang uji materi Undang Undang Kejaksaan ini, DPR tidak dapat hadir karena sedang dalam masa reses," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Arief Hidayat di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Selasa (10/5).

Adapun agenda sidang uji materi UU Kejaksaan pada Selasa (10/5) ini adalah mendengarkan keterangan DPR dan ketengan ahli.

Pengajuan uji materi UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dimohonkan oleh warga negara Indonesia yaitu Irwansyah Siregar dan Dedi Nuryadi.

Kedua pemohon sebelumnya pernah dipidana dalam kasus pencurian sarang burung walet di Bengkulu, dan merasa dirugikan atas kewenangan Jaksa Agung yang dapat mengesampingkan perkara demi kepentingan umum (deponering).

Sebelumnya pada 18 Februari 2004, para pemohon dan beberapa temannya ditangkap dan mengalami penyiksaan berupa penembakan oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh Novel Baswedan. Atas hal tersebut pemohon kemudian menuntut Novel Baswedan.

Surat dakwaan atau berkas perkara penembakan enam orang dengan tersangka Novel Baswedan tersebut telah dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri Kota Bengkulu.

Berkas tersebut kemudian ditarik dengan alasan untuk diperbaiki, tapi pada kenyataannya berkas perkara tersebut tidak pernah dikembalikan ke Pengadilan Negeri Bengkulu.

Kemudian Jaksa Penuntut Umum kemudian mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan dengan alasan tidak cukup bukti dan telah kadaluarsa.

- See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/44555/dpr-tidak-hadir-di-sidang-uji-materi-uu-kejaksaan/2016-05-10#sthash.cP147DIr.dpuf