Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta – Biro Humas, Hukum dan Kerjasama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melaksanakan Kegiatan Webinar Penguatan Kehumasan di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dengan Tema “Tips dan Trik Berkomunikasi disaat Krisis”. Kegiatan yang dilakukan secara virtual ini diikuti oleh Seluruh Unit Eselon I dan Kantor Wilayah yang membidangi kehumasan (19/06/20).

Kegiatan diawali dengan perkenalan singkat oleh Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama, Pagar Butar Butar yang pada beberapa waktu yang lalu baru saja dilantik sebagai Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama. Dalam sambutannya Pagar Butar Butar menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan Webinar Kehumasan ini adalah dalam rangka memperkuat peran kehumasan dilingkungan Kemenkumham dan juga untuk memerangi dan menangkal isu-isu miring atau hoax yang dapat meresahkan masyarakat. Pagar juga meminta agar humas harus menjadi tempat yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam mencari suatu Informasi.

Selanjutnya Fajar Lase selaku Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, dalam sambutannya menghimbau untuk tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), output dan outcome dari setiap kegiatan kehumasan harus berdampak kepada masyarakat. “Humas harus selalu aktif dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat, humas diseluruh Unit Satuan Kerja berperan sebagai corong informasi serta garda terdepan dalam pemberitaan yang dilakukan pada seluruh Kantor Wilayah dan UPT Se-Indonesia” ucap Fajar.

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber yaitu Jurnalis Senior Alois Wisnuhardana. Dalam materinya Alois mengatakan untuk menghindari suatu informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya atau belum menjadi keputusan resmi dan hindari terlalu banyak argumentasi karena penting bagi humas untuk menyampaikan fakta berdasarkan data. Dan diakhir pemaparannya Alois menyampaikan salah satu tips dan trik bagaimana mengcounter berita dan berkomunikasi disaat krisis serta apa yang harus dilakukan atau tidak untuk mengantisipasi krisis, maupun menghalau masalah yang kemungkinan akan terjadi di kemudian hari. "We must act fast and accurate" tutup Alois.