Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 2 Fungsional Ahli Utama dan 27 Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemenkumham pada Kamis (11/6/2020). Pelantikan dilaksanakan di Graha Pengayoman, Jakarta dengan menjalankan protocol pencegahan Covid-19. Prosesi pelantikan pengambilan sumpah jabatan juga dilaksanakan secara virtual yang diikuti oleh Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara, Sumatera Utara, dan Maluku Utara.

Salah satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah Dr. Roberia, S.H., M.H. Kasubdit Harmonisasi Bidang Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, dan Kesejahteraan Rakyat Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan I Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Roberia dilantik sebagai Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Gorontalo dan satu pejabat Fungsional Ahli Utama Agus Hariyadi, S.H., M.Hum sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Utama pada Kementerian Hukum dan HAM.

Menkumham, Yasonna H. Laoly berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang berintegritas dan konsisten dalam menjalankan tugasnya. “Sebagai Pimpinan Tinggi Pratama, penting untuk menjadi contoh atau role model bagi seluruh jajaran dari segi integritas, moralitas, maupun intelektualitas,” ujar Yasonna.

Mengingat situasi pandemi yang saat ini menyerang dunia bahkan beberapa wilayah di Indonesia, Yasonna menjadikan momentum pelantikan ini untuk menghimbau agar seluruh pimpinan tinggi tidak hanya berpangku tangan, tetapi turut membantu dan bergotong royong dengan masyarakat dalam mengatasi pandemi ini.

Selain isu keimigrasian, masih banyak isu-isu klasik yang masih menjadi tantangan dalam kinerja pejabat tinggi Kemenkumkan, termasuk isu pengedaran narkoba dalam lapas/rutan. Dalam sambutannya, Yasonna dengan tegas mengatakan agar tindakan-tindakan penyelewangan dan perbuatan yang secara sengaja yang berkaitan dengan hal tersebut untuk segera dihentikan. “Sekali lagi saya katakan STOP!,” tegas Yasonna.

Di akhir sambutannya, Yasonna menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pemerintah agar terus menerapkan nilai “pasti” dalam bekerja serta mengajak seluruh pimpinan tinggi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat meskipun berada di tengah keterbatasan akibat pandemi ini. “Untuk mempercepat pelayanan publik, pengawasan, pelaksanaan tugas, maka penggunaan teknologi informasi is a must!,” kata Yasonna Laoly.