Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta. Pembukaan kegiatan magang pendidikan dan pelatihan fungsional calon pejabat fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan angkatan ke II Tahun 2019 dibuka oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Widodo Ekatjahjana (30/4) bertempat di Ruang Legiprudensi Gedung Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Ditjen PP). Kegiatan ini dihadiri oleh Priyanto selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Ardiansyah selaku Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan, Pocut Eliza selaku Kepala Pusat Pengembangan Diklat Fungsional dan Hak Asasi Manusia BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia),para Pejabat Administrasi dan Pengawas dari Ditjen PP dan BPSDM.

Dalam sambutannya, Pocut Eliza menyampaikan bahwa peserta diklat Suncang angkatan II ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari calon perancang yang berasal dari Kantor Wilayah serta pegawai  Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI). Beliau mengharapkan kepara peserta diklat agar dapat menggunakan kesempatan magang di Ditjen PP selama sebelas hari kedepan ini untuk melihat bagaimana berbagai teori dan teknik pembentukan peraturan perundang-undangan dan dipraktikan dalam proses penyusunan berbagai peraturan ditingkat pusat seperti dalam tahapan penyusunan dan pembahasan undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri (Permen). Selain magang, peserta juga akan melakukan kunjungan ke Badan Keahlian DPR dan BPHN.

Sementara itu Widodo Ekatjahjana dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan diklat yang dilakukan oleh BPSDM yang dinilai telah berhasil memberikan pembekalan pada calon perancang, selain itu beliau menekankan agar para peserta magang tidak hanya terfokus pada draft individual maupun kelompok saja melainkan bisa mengamati dua aspek penting dalam proses pembentukan undang-undang yaitu aspek administrasi perundangan dan aspek penyusunan peraturan perundang-undangan.

Beliau juga mendorong agar para peserta banyak bertanya secara kritis sebanyak mungkin dengan para perancang yang bertugas di fungsi Perancang Perundang-undangan misalnya seperti bagaimana proses pengundangan peraturan perundang-undangan dan bagaimana harmonisasi dilakukan.

Diakhir sambutannya beliau menyampaikan agar para peserta terus bersemangat, menjaga etika, kompetensi dan profesionalisme perancang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.