Web Analytics
KOMUNIKASI HUMAS PEMERINTAHAN

Berita/Kegiatan DJPP

 

Jakarta – Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan diwakili oleh Kepala Bagian Humas dan Kerjasama serta didampingi oleh Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menghadiri kegiatan Kumham PR Summit 2021 pada Selasa (23/11/2021). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual ini berlangsung dari Shangri-La Hotel, Jakarta.

Pada sesi pertama, Dr. Lestari Nurhajati, M.Si., dari London School of Public Relations menyampaikan materi mengenai Komunikasi Politik Humas Pemerintah di Era Digital. Menurutnya, peran komunikasi pemerintah tidak boleh sebagai komunikan pasif yang hanya menanggapi pertanyaan langsung. Sebaliknya, cara terbaik adalah melalui pembentukan program informasi yang agresif tetapi realistis. Ini menyiratkan bahwa komunikasi harus jujur, informatif, lengkap, tepat waktu, dan tidak terlalu menjanjikan.

Sesi pemaparan dilanjutkan mengenai “Pengelolaan Krisis untuk Humas Pemerintahan: Ujian Tertinggi Kompetensi Kehumasan Anda”. Materi tersebut dipaparkan oleh Dr. Nia Sarinastiti MA., dari Perhumas. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa krisis adalah peristiwa besar yang tidak terduga yang berpotensi menghasilkan hasil negatif. Peristiwa dan akibatnya dapat secara signifikan merusak organisasi dan karyawan, produk, layanan, kondisi keuangan, dan reputasinya.

Sesi terakhir yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/11/2021) menghadirkan Corporate Communication Danone, yang memaparkan materi mmengenai Cara Membangun Tim Kehumasan yang Solid. Selain itu, dihadirkan pula Kepala Sub Direktorat Humas Perpajakan yang berbagi mengenai Kehumasan pada Direktorat Jenderal Pajak. Materi juga disampaikan oleh Bane Raja Manalu yang menyampaikan mengenai cara membumikan Undang-Undang. Beliau menyampaikan bahwa pemberitaan adalah elemen paling penting untuk menjangkau publik dan menyampaikan bahwa yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM tidak elitis, tidak semata Undang-Undang, tapi bisa langsung menyasar kepentingan publik. Caranya adalah dengan memahami materi dan pembaca serta mengetahui apa yang diinginkan oleh pembaca. Acara yang berlangsung sejak hari Senin (22/11/2021) ini rencananya akan diselenggarakan hingga Kamis (25/11/2021).