Web Analytics
APEL PEGAWAI AKHIR TAHUN 2020, MENKUMHAM: RAPATKAN BARISAN UNTUK MENYONGSONG TAHUN 2021 DENGAN PENUH OPTIMIS

Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta Mengakhiri tahun 2020, seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengikuti apel pagi bersama Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, baik secara langsung maupun secara virtual (30/12/2020) yang terpusat di lapangan Merah Kemenkumham.

Apel pagi ini diikuti secara langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Pimpinan Tinggi Madya Unit Utama, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri, Penasehat Kehormatan Menteri, Koordinator Asessor SDM Aparatur, Koordinator Widyaiswara, Koordinator Analis Keimigrasian, Koordinator Pembimbing Kemasyarakatan, Koordinator Perancang, Koordinator Kurator Keperdataan, Pimpinan Tinggi Pratama Unit Utama, Para Sekretaris Unit Utama, Kepala Kantor Wilayah seluruh Indonesia dan Perwakilan pegawai masing-masing unit eselon I sebanyak 20 orang.

Di awal amanatnya, Menkumham menyampaikan agar kita senantiasa memanjatkan syukur tak henti-hentinya ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kuasa kasih-Nya kita dapat bertemu kembali dalam Apel Akhir Tahun 2020 sebagai bentuk komitmen dan dedikasi kita kepada bangsa dan negara, khususnya kepada Kementerian Hukum dan HAM. Dengan tugas dan fungsi yang sangat heterogen dan strategis menuntut kita untuk terus memberikan yang terbaik, dalam rangka melaksanakan tanggung jawab demi kemajuan pembangunan bidang Hukum dan HAM.

Beliau juga menjelaskan bahwa masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mempu menghargai tatanan nilai dalam berbagai kegiatan dalam kehidupannya, begitu juga dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti memiliki nilai-nilai etika yang dikaitkan dengan etos kerja seperti rajin, bekerja keras, berdisplin tinggi, menahan diri, ulet, tekun dan nilai-nilai etika lainnya bisa juga ditemukan pada masyarakat dan bangsa lain.

"Etos kerja yang tinggi yang dimiliki bangsa Jepang dan China, membuat mereka menjadi bangsa yang besar saat ini. Itu (etos kerja) yang harus kita miliki", tegas Yasonna.

Yasonna juga meminta agar memperhatikan dan melaksanakan beberapa hal secara “IKHLAS” yakni; iman dan takwa diperkuat, keamanan dan ketertiban dijaga, lakukan protokol kesehatan dan terapkan pola hidup sehat, atur penggunaan Teknologi Informasi secara tepat, dan segera lakukan percepatan pelaksanaan tugas fungsi yang sesuai dengan target yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategi, Rencana Kerja dan Disbursement Plan Tahun 2021.

Apel pagi ini juga sekaligus pelepasan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Sekjend Kemenkumham) Bambang Rantam Sariwanto, yang telah memasuki masa Purna Tugas. “Hari ini, salah satu kader terbaik Kementerian Hukum dan HAM yaitu Pak Bambang Rantam Sariwanto, Sekretaris Jenderal kita, akan memasuki masa purnabakti. Di beberapa kesempatan saya menyampaikan kalau Pak Bambang pantas dijuluki “The Inspiring Leader,” dan saya sampaikan kembali di sini, karena saya menginginkan agar jajaran Kementerian Hukum dan HAM mempunyai etos kerja seperti Pak Bambang.” Ujarnya.

“Saya tahu Pak Bambang meniti karir dari bawah, seorang pegawai fungsional umum yang tugasnya mengemudikan kendaraan atasannya dan mengantar surat. Bambang Rantam. Punya energy positif, rajin, tekun bekerja serta mempunyai jiwa melayani yang tinggi, Saya salut dengan keuletan dan kerja kerasnya.” jelas Yasonna.

“Saya, Menkumham beserta seluruh jajaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Bambang atas dedikasi dan pengabdiannya untuk kemenkumham. Semoga senantiasa diberikan nikmat sehat dalam menjalani purnabakti dan tetap berkarya untuk bangsa dan Negara tercinta” tutur Yasonna.

Menutup Amanatnya Yasonna berpesan mari bersama-sama merapatkan barisan untuk menyongsong Tahun 2021 dengan penuh optimis. Bersama kita PASTI bisa menghadapi seluruh tantangan dan hambatan di masa yang akan datang.

Setelah Apel, acara dilanjutkan dengan Acara Pelepasan Sekretaris Jenderal. Sementara itu, Bambang Rantam Sariwanto mengucapkan terima kasih dan mengaku bangga kepada jajarannya karena telah diberikan kesempatan untuk berkarya. Dia meminta jajarannya untuk tidak menjadikan momen perpisahan ini dengan penuh haru dan tangis. Justru harus dengan bangga dan bahagia. “Yang membuat orang menyesal pada saat purna bakti adalah saat menjabat tidak pernah berbuat apa-apa. Sehingga mumpung masih muda dan menjabat, mari memberikan yang terbaik untuk Kemenkumham, karena itulah kebanggaan kita,” ungkapnya.