Web Analytics
DIRJEN PP PROF WIDODO EKATJAHJANA MENERIMA TANDA KENAIKAN PANGKAT DARI MENKUMHAM

Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM pada hari Selasa (29/12/2020) kemarin melaksanakan beberapa rangkaian acara di ruang Salasar Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum diantaranya penyematan kenaikan pangkat Pimpinan Tinggi Madya, Sertijab Kakanwil dan penyerahan SK CPNS Tahun 2019 yang juga dirangkaikan dengan perkenalan Wakil Menteri Hukum dan HAM.

Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Dirjen PP) Prof. Widodo Ekatjahjana, dan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Cahyo Rahadian Muzhar, menerima kenaikan tanda pangkat dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Prof. Yasonna H. Laoly.

Dalam sambutannya Menkumham mengatakan bahwa Para Pimpinan Tinggi adalah panutan, role model bagi bawahan masing-masing dan lingkungan sekitarnya. “Do the best. Keluarkan semua potensi yang saudara miliki. Asah kemampuan kepemimpinan, perkuat sinergi, dan kolaborasi secara internal dan ekternal. Kemajuan Kemenkumham di tangan saudara-saudara semua,” ucap Yasonna.

“Kesempatan yang baik ini, sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk melaksanakan serah terima jabatan para pimpinan tinggi (pimti) yang kemarin dilakukan penyegaran,” kata Yasonna. “Saya akan terus mengevaluasi kinerja saudara, karena saya ingin kinerja Kemenkumham tidak biasa-biasa saja, tetapi harus luar biasa,” tambahnya.

Menkumham juga mendorong para Pimpinan Tinggi untuk berimprovisasi demi peningkatan kinerja, utamanya dalam meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). “Tahun ini kita menerima 83 WBK-WBBM, tahun lalu kita menerima 43 WBK-WBBM. We keep improvingIt depends on the leader. Kementerian menyediakan lingkungan (environment) untuk bekerja baik,” lanjut Yasonna.

Selain itu, Menkumham juga memberikan arahan khusus kepada 4.598 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemenkumham tahun anggaran 2019, yang tersebar di seluruh kanwil di Indonesia. Yasonna menekankan kepada para tunas pengayoman bahwa Integritas adalah hal pertama.

“Bekerjalah dengan jujur, hati dan pikiran yang bersih dan positif, hanya untuk pengabdian kepada Tuhan, bangsa, dan negara,” kata Yasonna.

Hal selanjutnya adalah menjaga sikap dan perilaku.

“Secerdas apapun manusia kalau tidak mempunyai sikap yang baik, kalau tidak mempunyai sopan santun, maka dia tidak akan menjadi apa-apa. Justru akan menjadi perusak, provokator, dan menjadi pengaruh negatif bagi yang lain,” jelasnya

Masih dalam acara yang sama, Menkumham juga mengenalkan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) yaitu Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej atau yang akrab disapa Prof. Eddy Hiariej. Beliau adalah seorang pakar hukum pidana asal Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Tentunya, kehadiran beliau akan menambah semangat baru, energi baru di Kemenkumham. Saya yakin, pilihan presiden kepada Pak Edward sangat tepat, beliau sangat paham kaidah hukum dan penerapannya dalam regulasi,” ucap Yasonna.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Yasonna kembali memberikan apresiasi kepada Dirjen PP, Prof. Widodo Ekatjahjana, dan Dirjen AHU, Cahyo Rahadian Muzhar.

“Semoga dengan kenaikan pangkat ini, menjadikan saudara semakin memberikan kinerja tinggi, dalam mengabdi kepada Kemenkumham, bangsa dan negara,” tutupnya.