Berita/Kegiatan DJPP

Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari HAM (Hak Asasi Manusia) se Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 1948, Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Widodo Ekatjahjana, yang didampingi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Priyanto, mengikuti pelaksanaan kegiatan Upacara hari HAM se Dunia yang dilaksanakan di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM (14/12/20). Acara ini merupakan momentum disahkannya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1948 yang kemudian diperingati sebagai Hari HAM se Dunia.

Pada pelaksanaan kegiatan hari HAM tersebut Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia juga sekaligus memberikan penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Peduli HAM. Tercatat ada 439 Kabupaten/Kota yang ikut berpartisipasi, dan 259 diantaranya adalah meraih penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM. Dalam laporannya, Mualimin Abdi selaku Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan terselenggaranya Peringatan Hari HAM se Dunia.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan pandemi global Covid-19 yang menimpa Indonesia sesungguhnya adalah cobaan, sekaligus peluang bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas kebangsaan untuk menyelamatkan manusia Indonesia.

“Komnas HAM akan terus berupaya menjadi pilar penting didalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan, kesetaraan, dan pendekatan anti kekerasan,” ujarnya.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Program Kabupaten/Kota Peduli HAM yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan memperhatikan hak atas kesehatan, hak pendidikan, hak perempuan dan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan yang layak, dan lingkungan yang berkelanjutan. Yasonna juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada Kabupaten/Kota yang telah berusaha untuk membangun dan memenuhi hak-hak dasar masyarakatnya, tentu dengan standar, kriteria dan indikator program yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah di Indonesia yang amat sangat beragam. Dalam skala yang lebih terbatas, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah menjalankan program Pelayanan Publik berbasis HAM, membuka pos pengaduan HAM (Pos Yankomas) di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT Pemasyarakatan, Imigrasi dan BHP) Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia.

“Saya mengharapkan agar seluruh pemangku kepentingan di bidang pemajuan hak asasi manusia, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, Komnas HAM, masyarakat sipil, dan seluruh anggota masyarakat dapat bekerja sama dalam meningkatkan penghormatan, pemenuhan, perlindungan, penegakan dan pemajuan hak asasi manusia di bumi Indonesia tercinta ini. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Bapak Presiden RI dalam pidato peringatan Hari Hak Asasi Manusia Se-dunia ke-72 bahwa dengan meningkatkan Penghormatan, perlindungan, dan Pemenuhan HAM maka kita menjadi bangsa yang lebih beradab, tangguh, dan maju. Terutama pada saat ini, bangsa kita dan bangsa di dunia, sedang bersama-sama berjuang menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19, yang tidak hanya berdampak kepada kondisi kesehatan saja, tetapi juga meluas hingga mempengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial. Semoga segala upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik dan kita dapat kembali pada pemulihan tatanan hidup normal seperti sebelum pandemi Covid-19, hal ini sejalan dengan tema Hari Hak Asasi Manusia Se-dunia Tahun 2020 ini, yaitu “Recover – Better, Stand Up for Human Rights”

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menekankan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh dalam menegakkan HAM. Penegakan HAM merupakan pilar penting bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih beradab, lebih tangguh, dan lebih maju.

Presiden juga menyampaikan "Agar aparat di daerah bisa menyelesaikan masalah HAM di daerah dengan aman dan bijak. Saya mengucapkan terimakasih pada para penggiat HAM yang telah bekerja keras hingga saat ini yang tidak lelah demi menjunjung tinggi penghormatan Hak Asasi Manusia".

“Kita mempunyai komitmen yang sama bahwa penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM menjadi pilar penting bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih beradab, lebih tangguh, dan lebih maju,” kata Joko Widodo saat memberikan pidato dalam rangka Peringatan Hari HAM Sedunia.